Cara Efektif Menggunakan Foto pada Website Anda

Tahukah Anda bahwa menurut studi yang dilakukan oleh Brain Rules, ketika seseorang terpapar suatu informasi, kemungkinan besar mereka hanya akan mengingat 10% bagian dari informasi tersebut setelah tiga hari kemudian? Namun, apabila informasi yang sama memiliki foto atau gambar, mereka akan mengingat 65% bagian dari informasi tersebut setelah tiga hari kemudian.

Hal tersebut menunjukkan betapa powerful-nya sebuah foto dalam konten digital. Anda bisa memanfaatkan informasi tersebut dan menerapkannya pada website Anda. Dengan penggunaan foto secara tepat, Anda bisa mengoptimalkan website untuk menjaring traffic dan subscriber. Bagaimana caranya?

Gunakan Foto dengan Objek Orang

Studi menunjukkan bahwa website yang menyertakan foto dengan objek orang lebih mampu mempersuasi para pengunjungnya. Sebuah perusahaan aplikasi website, 37signals, pernah melakukan A/B testing pada suatu website. Sebelumnya, website tersebut memiliki foto dengan jumlah sangat minim. Namun, mereka mengubah desain dengan mencantumkan foto bergambar orang. Hasilnya pun cukup menakjubkan. Setidaknya terjadi peningkatan signup sebesar 102,5%. Padahal, mereka hanya menambahkan foto seseorang yang sedang tersenyum pada landing page website.

Mengarahkan Pengunjung Website

Foto pada website dapat berfungsi untuk mengarahkan pengunjung. James Breeze, seorang ahli dalam usability testing, pernah melakukan studi mengenai eye-tracking. Hasilnya menunjukkan bahwa sebuah foto dapat memandu arah penglihatan mata pengunjung pada halaman website. Jadi, ketika ada foto dengan objek manusia yang menghadap ke pengunjung, maka pengunjung akan susah untuk terhubung pada konten dalam website.

Namun, ketika foto manusia tersebut terlihat sedang memandang ke arah produk atau suatu teks, mata pengunjung akan mengarah ke hal yang sama. Jadi, apabila ada produk, teks, atau hal lain yang ingin ditonjolkan pada website, Anda bisa menggunakan foto bergambar manusia yang sedang memandang atau mengarahkan jari telunjuk ke hal tersebut.

Penempatan Foto yang Tepat

Tips satu ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Anda dianjurkan untuk meletakkan foto di posisi terdekat dengan teks yang merujuk pada foto tersebut. Contohnya begini, katakanlah Anda memiliki bisnis kacamata. Pada website, terdapat foto bergambar seorang model yang sedang menggunakan produk kacamata Anda. Di sisi lain, Anda juga memiliki teks berupa tagline yang merujuk pada produk tersebut. Nah, agar teks dan foto bisa memberi performa optimal untuk menjaring pelanggan, letakkan teks tersebut di samping mata sang model. Dengan begitu, pengunjung bisa langsung tahu bahwa teks tersebut mengacu pada produk kacamata Anda.

Optimalkan Ukuran Foto yang Dipakai

Foto dan gambar memang powerful dalam meningkatkan performa website Anda. Namun, bukan berarti Anda bisa mencantumkan sebanyak mungkin konten visual pada website. Hal tersebut justru bisa membuat website Anda memiliki waktu load yang lama, membuat pengunjung malas menunggu dan akhirnya berpindah ke kompetitor. Ada cukup banyak aplikasi gratis yang bisa Anda gunakan untuk mengoptimalkan ukuran foto tanpa mengganggu kualitas resolusinya. Beberapa di antaranya adalah TinyPNG, JPEG Optimizer, Smush.it. Kraken Image Optimizer, OptiPNG, dan jpegoptim.

Melalui beberapa tips di atas, Anda bisa menggunakan foto secara maksimal untuk dipasang di website. Dengan begitu, setiap konten visual yang digunakan pun bisa membantu Anda untuk meningkatkan traffic website, menambah jumlah subscriber, dan akhirnya berakhir pada pembelian

 

Photo Credit: Monoar Rahman (Pexels)