7 Tips Efektif Membuat Website Portofolio yang Menarik

Tidak akan ada orang yang tahu tentang brand Anda jika Anda tidak memamerkannya ke publik—baik itu brand untuk produk tertentu atau brand personal Anda. Salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan membuat website portofolio.

Misalnya, jika Anda adalah seorang freelancer, maka website portofolio berguna untuk memajang hasil karya Anda dan memungkinkan calon klien untuk menghubungi Anda. Apabila Anda adalah seorang mahasiswa, website portofolio dapat membantu menunjukkan kepada recruiter potensial bahwa Anda memiliki kualitas diri yang baik untuk bekerja di perusahaan mereka. Berbeda lagi jika Anda memiliki bisnis advertising. Anda bisa menggunakan website portofolio untuk memajang proyek-proyek yang telah berhasil Anda tangani.

Apa pun profesinya, website portofolio memiliki tujuan utama untuk promosi. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk tidak asal-asalan dalam membuat website portofolio agar brand Anda bisa stand out secara optimal. Simak beberapa tips di bawah ini agar website portofolio Anda bisa berfungsi secara efektif.

Selalu Cantumkan Logo di Setiap Halaman

Pada umumnya, logo menjadi hal pertama yang akan dilihat oleh pengunjung website Anda. Idealnya, kita membaca dari kiri ke kanan dan atas ke bawah. Maka dari itu, lokasi terbaik untuk meletakkan logo brand Anda adalah di sebelah kiri atas halaman website. Dengan begitu, pengunjung website bisa segera mengidentifikasi siapa atau brand apa yang memiliki website ini.

Namun, jangan hanya meletakkan logo pada home page. Pastikan setiap halaman pada website Anda selalu menampilkan logo tersebut. Lalu, cantumkan link menuju home page pada logo di setiap halaman. Dengan begitu, di halaman mana pun pengunjung website berada, mereka bisa kembali ke home page secara mudah dan cepat.

Konten Portofolio yang Mampu Menjelaskan

Ingat, kali ini Anda sedang membuat website portofolio, maka bagian ini haruslah yang paling menonjol karena pengunjung akan menentukan menarik tidaknya website portofolio Anda dari hal ini. Mereka ingin melihat karya-karya yang sudah pernah Anda buat sebelumnya untuk membantu mengambil keputusan, apakah brand Anda memang cocok dengan kebutuhan dan selera mereka.

Apa pun bidang yang Anda geluti, konten portofolio Anda harus mampu menjelaskan setiap karya yang pernah dibuat. Misalnya, katakanlah Anda seorang fotografer. Maka, pasanglah foto-foto dengan resolusi tinggi yang mampu menampilkan gambar secara jelas. Namun, jangan hanya memajang foto begitu saja. Cantumkan pula backstory atau kisah di balik pengambilan foto tersebut: di mana Anda mengambilnya, apakah Anda bekerja sama dengan brand lain, hingga kamera yang Anda gunakan untuk memotretnya.

Jika misalnya karya Anda pernah diterbitkan atau dipasang di tempat lain, sebaiknya Anda juga mencantumkan link menuju versi tersebut dan screenshot-nya. Apabila ada testimoni dari klien mengenai hasil karya tertentu, jangan ragu untuk mencantumkannya pula karena hal tersebut dapat menjadi nilai plus bagi Anda.

Jangan Lupa Cantumkan Layanan yang Anda Berikan

Ya, portofolio Anda memang sudah mencantumkan foto beresolusi tinggi. Anda juga sudah menuliskan backstory pada setiap karya yang dipasang. Meski begitu, jangan langsung mengharapkan pengunjung website untuk mengetahui layanan yang Anda berikan hanya berdasarkan portofolio. Jangan membuat mereka bingung dan menebak-nebak layanan apa yang sebenarnya Anda tawarkan untuk mereka.

Oleh sebab itu, tuliskan sejelas mungkin layanan apa saja yang memang Anda berikan: copywriting, fotografi, video, videography, web design, dan lain-lain. Bahkan jika Anda memiliki kemampuan yang lebih spesifik, jangan ragu untuk menuliskannya pula, misalnya desain website untuk kafe, corporate branding, penulisan konten blog, dan sebagainya.

Blogging tentang Bidang yang Anda Kuasai

Jika sebelum ini Anda pernah browsing tentang digital marketing, Anda pasti pernah membaca tentang betapa pentingnya blog terhadap kelangsungan bisnis Anda. Tak perlu membuat domain baru untuk blog, Anda bisa menambahkan page khusus blog pada website portofolio Anda. Lalu, apa yang harus Anda tuliskan pada blog tersebut?

Tulislah hal-hal yang masih berhubungan dengan konten portofolio Anda, di mana hal ini tentunya menjadi bidang yang Anda kuasai. Dengan begitu, image Anda di mata pengunjung website pun akan semakin positif karena Anda dianggap kredibel dalam bidang tersebut. Gunakan pula fitur “RSS feed” agar orang-orang bisa subscribe ke website portofolio Anda. Tunjukkan postingan paling populer kepada pembaca-pembaca baru Anda.

Namun, dalam menulis artikel blog, jangan lupa untuk menerapkan strategi Search Engine Optimization (SEO), yakni serangkaian proses yang bertujuan untuk meningkatkan volume dan kualitas traffic website melalui mesin pencari online menuju website tertentu dengan memanfaatkan mekanisme kerja mesin pencari tersebut. Saat ini, industri mesin pencari online dikuasai oleh Google. Nah, SEO dapat membuat postingan blog Anda muncul pada peringkat atas hasil mesin pencarian ketika orang mengetikkan keywords tertentu. Ada banyak strategi yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan SEO website portfolio Anda, mulai dari memasukkan keywords pada artikel hingga meningkatkan waktu loading website.

Cantumkan Call-to-Action

Setiap halaman pada website portofolio Anda pasti memiliki fungsinya masing-masing. Misalnya, pada halaman Contact, Anda ingin agar pengunjung website segera menghubungi Anda sesaat setelah membacanya. Namun, tak semua pengunjung mampu memahami hal tersebut. Pada banyak kasus, Anda harus mengarahkan mereka. Di sinilah Call-to-Action (CTA) dapat membantu Anda. Jika mengambil contoh dari halaman Contact tersebut, Anda bisa mencantumkan CTA seperti “Contact Me!”, yang apabila di-klik, website langsung membuka halaman baru berisi form untuk mengirim email.

Beberapa contoh CTA lain yang juga bisa Anda pasang pada website portofolio adalah “Hire me”, “View my portfolio”, “Subscribe now”, atau “Request a quote”. Apa pun CTA yang Anda gunakan, pastikan ia memiliki button dengan warna kontras dari background website agar terlihat lebih stand out dan “mengundang” pengunjung untuk menekannya.

Tulis Bio yang Dapat Menunjukkan Keunikan Anda

Jangan karena terlalu fokus mengkurasi konten portofolio, Anda jadi melupakan satu hal yang tak kalah penting, yaitu profil diri. Sebagai orang yang tertarik untuk bekerja sama dengan Anda, pengunjung website pasti ingin mengetahui identitas diri Anda. Buatlah halaman khusus pada website untuk menuliskannya.

Identitas diri, atau yang dalam dunia online lebih familiar disebut bio, juga dapat menjadi media yang bagus untuk menonjolkan keunikan Anda. Di dalam bio, tuliskan sudut pandang Anda tentang bidang bisnis yang sedang Anda tekuni. Agar terlihat lebih kredibel, tuliskan pula bagaimana Anda bisa mendapatkan sudut pandang tersebut. Jika memungkinkan, cantumkan beberapa nama klien atau publikasi dalam bio untuk menunjukkan bahwa Anda memiliki koneksi yang baik. Gunakan bahasa yang ramah dan mudah dimengerti dalam penulisannya.

Berikan Informasi Kontak Sejelas Mungkin

Seorang klien potensial menemukan website portfolio Anda. Ia merasa cocok dengan hasil karya Anda dan tertarik untuk bekerja sama. Ia bahkan telah “berkenalan” dengan Anda melalui halaman bio pada website. Kini, ia ingin merekrut Anda untuk menggunakan layanan yang Anda tawarkan.

Untuk itu, Anda harus memberikan informasi kontak sejelas mungkin dan mudah untuk diakses. Jangan “menyembunyikannya” di bagian footer website. Beritahu pengunjung bahwa mereka bisa menghubungi Anda sekadar untuk chatting masalah bisnis atau meminta daftar harga. Gunakan form untuk memudahkan pengunjung menghubungi Anda secara langsung tanpa mereka harus membuka email manager masing-masing. Terlebih, form juga memungkinkan Anda untuk meminta data diri pengunjung website, seperti nama dan alamat email.

Selain ketujuh tips yang telah dijelaskan di atas, pastikan pula bahwa website portofolio Anda juga memiliki desain yang minimalis dan navigasi yang simpel. Ingat, orang akan menghabiskan waktu untuk menjelajahi website portfolio Anda. Maka, buatlah website tersebut mudah untuk dijelajahi bahkan oleh anak kecil sekali pun. Good luck!