6 Tips Membuat Website Bisnis Pertama Anda

Di era digital seperti sekarang, kehadiran online (online presence) memegang peranan sangat penting terhadap keberhasilan suatu bisnis, bahkan jika bisnis Anda berupa toko konvensional yang tidak menggunakan sistem e-commerce. Pasalnya, sebuah studi yang dilakukan oleh BIA/Kelsey menyatakan bahwa sebanyak 97% konsumen akan melakukan riset online terlebih dulu sebelum berbelanja produk lokal. Jika Anda tak membuat website bisnis, bagaimana konsumen akan menemukan Anda di ranah online?

Jangan langsung menganggap bahwa membuat website bisnis itu rumit. Kini, Anda bahkan tak perlu lagi menyewa jasa web designer atau programmer untuk melakukannya. Sudah ada cukup banyak penyedia jasa website builder seperti Zloob yang dapat menyediakan solusi pembuatan website secara mudah dan profesional kepada Anda.

Namun, cara apa pun yang Anda tempuh untuk membuat website bisnis, pastikan Anda memperhatikan beberapa tips berikut, terutama jika ini adalah pertama kalinya Anda membangun sebuah website untuk bisnis.

Tentukan Tujuan Website Anda

Sebelum melangkah ke hal-hal berbau teknis, tentukan dulu apa tujuan Anda dalam mendirikan website untuk bisnis. Ya, Anda ingin agar bisnis mulai memiliki online presence, lalu apa? Misalnya, melalui website, Anda ingin menyediakan informasi lebih kepada pelanggan potensial tentang produk dan layanan Anda jika mereka mengecek bisnis Anda secara online. Atau mungkin Anda justru ingin menciptakan awareness terhadap brand Anda karena bisnis baru saja berdiri. Anda juga bisa lebih fokus ke blog sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan engagement pelanggan.

Apa pun tujuannya, hal ini sangat penting untuk dilakukan karena tujuan tersebut lah yang akan membimbing Anda dalam mengembangkan website ke depannya nanti. Dan, ingat, tujuan Anda juga bisa berubah di kemudian hari. Saat ini, Anda mungkin lebih fokus menyediakan informasi tentang produk dan layanan bisnis Anda kepada pelanggan potensial. Pada titik tertentu, Anda bisa saja memutuskan untuk menambah fitur blog karena dirasa mampu memberikan informasi yang lebih luas kepada calon pelanggan. Jadilah fleksibel, tetapi pastikan setiap tujuan tersebut dapat terpenuhi.

Mulailah Belajar tentang SEO

Search Engine Optimization (SEO) merupakan salah satu komponen paling penting jika Anda menggunakan website untuk menjalankan bisnis. SEO mampu membantu meningkatkan visibilitas bisnis Anda pada search engine (yang kini tengah didominasi oleh Google) dan menjaring traffic organic ke website Anda. Semakin bagus strategi SEO-nya, semakin tinggi peluang bagi bisnis Anda untuk muncul pada peringkat teratas hasil pencarian Google.

Untuk itu, Anda harus terlebih dulu mengetahui keywords apa saja yang sering digunakan target audiens Anda ketika mencari informasi di Google. Anda bisa menggunakan Google Keyword Planner untuk melakukan riset keywords. Jika sudah menemukan keywords yang dimaksud, cantumkan keywords tersebut pada konten artikel yang Anda tulis untuk website bisnis Anda.

Namun, SEO bukan hanya tentang keywords. Masih ada beberapa komponen lain yang turut berpengaruh. Di sinilah hal ini bisa cukup tricky. Seiring berjalannya waktu, tren SEO pasti mengalami perubahan, begitu juga dengan aturan Google terkait penentuan ranking website pada hasil pencarian mereka. Oleh sebab itu, Anda dianjurkan untuk aktif mengikuti kabar mengenai SEO agar bisa terus menyesuaikan diri.

Pastikan Page Speed Tidak Lama

Penggunaan keywords bukan satu-satunya hal yang dipertimbangkan Google dalam menentukan ranking suatu website pada hasil pencarian search engine. Hal lain yang tak kalah penting untuk Anda perhatikan adalah page speed, yakni waktu yang dibutuhkan halaman website untuk loading dengan sempurna.

Semakin cepat waktu yang dibutuhkan website Anda untuk loading, maka semakin besar peluang bagi website Anda untuk mendapat tempat teratas di hasil pencarian Google. Terlebih, sebuah studi dari Soasta, perusahaan teknologi asal Amerika, menemukan bahwa sebanyak 83% responden mereka memiliki reaksi buruk terhadap brand dengan website yang page speed-nya lama. Bahkan, 28% dari mereka mengaku akan langsung beralih ke website kompetitor jika website pertama yang mereka kunjungi memakan waktu lama untuk loading.

Karenanya, rutinlah mengecek page speed website Anda untuk memastikan bahwa pengunjung tak menunggu terlalu lama untuk membuka website tersebut. Umumnya, waktu page speed yang ideal untuk membuka halaman website adalah sebanyak 2-4 detik. 

Cantumkan CTA yang Kuat

Apa pun tujuan awal Anda dalam membuat website, semuanya pasti bermuara pada satu hal: menghasilkan penjualan. Maka dari itu, jangan ragu untuk memperlakukan website Anda sebagai salesman, yang tugasnya adalah mendapatkan leads. Cara paling kuat untuk mencapai hal tersebut adalah dengan mencantumkan call-to-action (CTA) pada website. Idealnya, CTA yang baik mampu memberikan alasan bagi pengunjung website untuk melakukan hal yang Anda ingin mereka lakukan dan akhirnya melakukan pembelian. Berikut adalah beberapa contoh CTA:

  • Hubungi kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis!
  • Sign up sekarang untuk mendapatkan kupon diskon gratis!
  • E-book gratis untuk 100 subscriber pertama!

Selain pemilihan kata yang tepat, Anda juga harus meletakkan CTA tersebut di tempat yang strategis dan benar-benar terlihat oleh para pengunjung website Anda. Sebagai contoh, Anda bisa meletakkannya di bagian tengah website ketika proses loading berlangsung atau pada menu bar. Pastikan pula bahwa ketika di-klik, CTA tersebut akan mengarah pada halaman berisi informasi di mana pengunjung bisa menghubungi Anda. Hal ini bisa berupa form, nomor telepon, atau alamat email.

Navigasi yang Simpel dan Mudah

Agar pengunjung memiliki impresi yang baik terhadap website Anda, Anda harus memberi mereka pengalaman yang baik pula. Untuk itu, pastikan website bisnis Anda memiliki navigasi yang mudah, simpel, dan tidak membingungkan. Jika memungkinkan, bagi menu tab Anda menjadi maksimal lima buah saja. Tambahkan juga fitur “search” agar pengunjung dapat dengan mudah mencari konten tertentu menggunakan keywords tanpa harus menjelajahi seluruh bagian website Anda dengan bingung.

Selain itu, Anda juga perlu memikirkan cara agar pengunjung bisa selalu kembali ke home page tak peduli di halaman mana mereka sedang berada. Untuk hal satu ini, Anda bisa meletakkan logo brand Anda di bagian kanan atas website. Pada logo tersebut, sisipkan link yang mengarah pada home page. Jadi, pengunjung bisa langsung meng-klik logo brand Anda jika ingin kembali ke bagian home page website.

Website Juga Harus Mobile Friendly

Dalam membuat website bisnis, jangan lupa untuk memberi perhatian khusus pada perangkat mobile. Pada tahun 2016, OuterBox melaporkan bahwa sebanyak 62% orang melakukan pembelian melalui ponsel mereka. Data lain bahkan menyebutkan bahwa 90% orang bahkan menggunakan ponsel ketika sedang berada di dalam suatu toko untuk membandingkan harga produk. Dan, 40% pelanggan akan beralih ke brand kompetitor apabila mereka merasakan pengalaman buruk terhadap mobile website.

Oleh sebab itu, pastikan website bisnis Anda memiliki desain yang responsif. Dengan begitu, website tak hanya bagus jika dibuka melalui desktop, tetapi juga terlihat pas saat dibuka melalui perangkat mobile yang notabene memiliki layar lebih kecil. Selain itu, jangan hanya terpaku pada satu jenis perangkat mobile. Lakukan tes website menggunakan sebanyak mungkin perangkat mobile untuk memastikan bahwa website bisnis Anda benar-benar mobile friendly.

Setelah membuat website bisnis dan berhasil meluncurkannya, bukan berarti tugas Anda selesai. Anda harus terus memantau perkembangannya dan melakukan penyesuaian agar mendapat hasil yang optimal. Pastikan penyesuaian tersebut selalu sejalan dengan kebutuhan target audiens Anda.

Photo Credit: Lebara Money – Website (Flickr)