6 Cara Mendapatkan Penghasilan dengan Membuat Website

Berkat kemajuan teknologi dan internet, kini orang-orang memiliki lebih banyak ragam opsi untuk mendapatkan penghasilan. Salah satunya adalah melalui website. Anda tak harus membangun bisnis terlebih dulu untuk memiliki website. Sebuah website yang ditujukan untuk keperluan personal juga bisa Anda manfaatkan sebagai media mendapatkan penghasilan.

Namun, sebelumnya perlu diingat bahwa sama seperti bisnis atau pekerjaan lain, mendapatkan penghasilan melalui website juga membutuhkan waktu. Anda tak bisa mengharapkan hasil yang instan. Jika cara tertentu tak berhasil Anda lakukan, jangan menyerah dan segera cara lain yang menurut Anda lebih menjanjikan. Kabar baiknya, ada cukup banyak opsi yang bisa Anda pilih untuk mendapatkan penghasilan dengan membuat website. Berikut adalah beberapa di antaranya.

Promosi Produk sebagai Affiliate

Secara sederhana, bisa dikatakan bahwa tugas utama seorang affiliate adalah “mengirimkan” pengunjung sebanyak-banyaknya ke website milik merchant. Dengan kata lain, affiliate bertugas untuk mempromosikan produk barang atau jasa milik orang lain. Ketika pengunjung melakukan pembelian atau transaksi di website milik merchant, pihak merchant akan tahu bahwa pengunjung tersebut berasal dari website Anda. Karenanya, Anda pun akan mendapatkan komisi dari merchant.

Terdengar sangat sederhana, bukan?

Namun, jangan asal menerima tawaran untuk mempromosikan produk. Pilihlah produk yang memang Anda senangi dan memang sudah terbukti mampu memberikan solusi untuk isu tertentu. Misalnya, website Anda banyak membahas tentang fotografi. Suatu hari, Anda mendapat tawaran dari toko kamera online untuk mempromosikan salah satu produk lensa mereka. Jangan langsung mengiyakan tawaran tersebut. Jika memungkinkan, mintalah untuk mencoba produk lensa agar Anda bisa membuktikan sendiri keunggulan yang dijanjikan. Dengan begitu, promosi yang Anda lakukan bisa jujur dan tidak mengada-ada.

Membuat dan Menjual Produk Digital Sendiri

Dalam hal ini, produk yang dimaksud tak harus dalam skala besar. Anda bisa membuat produk digital yang simpel seperti dokumen 25 halaman tentang hal tertentu, mengubahnya menjadi file PDF, dan menjualnya melalui website Anda. Namun, pastikan topik yang Anda bahas memang merupakan keahlian Anda. Jika selama ini Anda memposisikan diri sebagai seorang desainer grafis, maka buatlah tulisan yang tidak jauh dari bidang tersebut.

Jika bingung harus menulis topik apa untuk dibahas, langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan bertanya kepada pengunjung tentang apa yang mereka butuhkan. Buatlah postingan khusus di mana Anda meminta pengunjung untuk menyuarakan pendapat mereka di kolom komentar. Sebagai opsi lain, Anda juga bisa membuat sebuah polling di mana pengunjung dapat memilih salah satu dari beberapa pilihan topik yang Anda ajukan.

Ingat, orang akan cenderung melakukan pembelian ketika produk yang ditawarkan dirasa mampu menjawab solusi yang ia hadapi. Dengan menanyakan langsung apa yang pengunjung Anda inginkan, Anda telah meningkatkan peluang untuk meningkatkan penjualan.

Menyediakan Space untuk Advertising

Jika website Anda telah memiliki jumlah traffic dan subscriber yang cukup tinggi, kini saatnya Anda mempertimbangkan untuk menjual space advertising pada website. Di ranah digital, ada beberapa jenis advertising yang bisa dipilih, contohnya seperti Pay Per Click, Pay Per 1000 Views, atau Pay Per Time Frame. Anda harus berhati-hati dalam memilih jenis advertising yang tepat karena mayoritas orang tahu bagaimana bentuk dari advertising dan mereka cenderung menghindarinya.

Namun, perlu diingat bahwa Google menyusun peringkat situs pada hasil pencarian berdasarkan kuantitas dan kualitas link. Ketika Anda melakukan linking ke website lain, Google akan mengartikan bahwa Anda mempercayai website tersebut. Nah, Google lebih suka apabila hal tersebut terjadi secara organik. Jadi, ketika Anda ketahuan membeli atau menjual link, Google akan “menghukum” Anda dengan meletakkan website Anda pada peringkat bawah di hasil pencarian. 

Review Produk sebagai Affiliate

Cara satu ini masih berhubungan dengan poin nomor satu. Dalam melakukan review produk, Anda dituntut untuk memberikan opini sejujur mungkin namun tidak menjatuhkan. Jika Anda dipilih untuk melakukan review produk, artinya pihak merchant percaya pada opini Anda dan suka dengan gaya menulis Anda. Anda bisa melakukan review terhadap produk apa pun selama masih berhubungan dengan image yang Anda bangun selama ini melalui website. Dengan terus konsisten, lambat laun Anda pun akan dikenal sebagai seorang top affiliate. Peluang untuk mendapatkan tawaran review produk pun akan semakin berdatangan.

Lebih dari sekadar cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan, menulis review produk juga mampu melakukan konversi dengan lebih baik daripada pemasangan banner ads atau promosi email. Tidak hanya itu, agar bisa menulis review secara menyeluruh, tentunya Anda harus mencoba menggunakan sendiri produk tersebut, bukan? Nah, idealnya, pihak merchant akan mengirimkan produk tersebut secara gratis kepada Anda.

Menulis Tutorial Sekaligus Promosi

Pengunjung yang baru pertama kali datang ke website Anda mungkin “tidak sengaja” menemukan website Anda dari hasil pencarian Google atau hyperlink dari website lain. Namun, jika pengunjung tersebut kembali memutuskan untuk datang ke website Anda, kemungkinan besar ia senang dengan konten yang Anda berikan. Anda bisa memanfaatkan hal ini untuk mendapatkan penghasilan melalui website!

Caranya, tulislah konten yang di dalamnya menganjurkan mereka untuk membeli produk tertentu. Jadi, ketika mereka benar-benar membelinya, mereka akan melakukannya melalui link affiliate dan Anda pun bisa mendapatkan uang.

Salah satu jenis konten yang tepat untuk promosi semacam ini adalah tutorial. Misalnya, website Anda fokus pada bidang kuliner. Lalu, ada brand alat memasak yang ingin menggunakan jasa affiliate Anda dengan mempromosikan produk mixer mereka. Nah, Anda bisa menulis tutorial tentang cara memasak kue bolu yang dapat mengembang sempurna. Dalam tutorial tersebut, sebutkan bahwa pembaca membutuhkan mixer di atas agar adonan bisa tercampur merata. Jika memungkinkan, sisipkan pula sedikit keunggulan yang dimiliki oleh mixer tersebut.

Menawarkan Live Training

Semakin tinggi jumlah traffic dan subscribers, artinya semakin banyak pula orang yang percaya dan menganggap Anda sebagai sosok kredibel di bidang tertentu. Namun, dari seluruh orang yang membaca website Anda, tidak banyak orang yang benar-benar melakukan apa yang Anda ingin mereka lakukan. Untuk itu, Anda bisa mengadakan training atau workshop.

Dengan melakukan hal tersebut, orang-orang bisa belajar langsung dari Anda dan mengimplementasikannya saat itu juga. Mereka yang memang benar-benar menggeluti bidang yang Anda kuasai pasti tak akan segan mengeluarkan uang untuk mengikuti training atau workshop ini. Jika acara ini berhasil, Anda bisa melakukan training atau workshop lanjutan dan mengundang pembicara selain Anda untuk mengisi acara. Bahkan Anda juga bisa mendapat penghasilan dengan menjual rekaman acara melalui website bagi mereka yang tak bisa hadir.

Tidak semua cara di atas bisa sesuai dengan selera dan kebutuhan Anda. Cara yang dilakukan teman Anda belum tentu akan memberikan hasil sama jika Anda yang melakukannya—begitu juga sebaliknya. Kuncinya adalah terus berusaha apabila cara tertentu yang Anda lakukan tak kunjung membuahkan hasil. Coba cara-cara lain hingga Anda bisa menemukan yang benar-benar tepat.

Jadi, dari keenam cara di atas, mana yang akan Anda coba lebih dulu untuk mendapatkan penghasilan dari membuat website?

 

Photo Credit: Free-Photos (Pixabay)