5 Langkah Menyiapkan Konten Website

Content is king. Ialah magnet dalam website Anda yang dapat membuat pengunjung betah berlama-lama menjelajahi website atau justru segera meninggalkannya. Itulah mengapa dalam membuat website, desain yang atraktif saja tidaklah cukup. Anda juga harus memikirkan strategi khusus dalam membuat konten.

Namun, menyiapkan konten website tidaklah sesederhana yang dipikirkan. Diperlukan sederetan langkah agar konten website Anda tidak hanya menarik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan target audiens Anda. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda coba terapkan.

Kenali Betul Target Audiens Anda

Agar dapat menciptakan konten yang relevan dengan kebutuhan target audiens, maka Anda harus terlebih dulu mengenali mereka. Cari tahu jenjang usianya, data identitas demografisnya, bagaimana gaya hidup yang dijalani sehari-hari, dan lain sebagainya. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah menentukan tema konten yang cocok dengan identitas mereka.

Misalnya, Anda menjual produk fesyen untuk anak-anak. Dalam hal ini, target audiens Anda adalah orang tua dari anak-anak karena mereka lah yang memegang keputusan pembelian. Karena menyasar orang tua, Anda bisa menentukan tema konten seperti tips agar anak tidak kegerahan saat memakai baju atau panduan tentang bahan-bahan pakaian yang aman dikenakan oleh anak dengan kulit sensitif.

Petakan Konten Agar Sesuai dengan Lifecyle Audiens

Ingat, konten website juga merupakan bagian dari strategi digital marketing. Dengan kata lain, konten yang Anda buat pun harus mampu mengarahkan pengunjung website agar tertarik melakukan pembelian produk. Sudah seharusnya website Anda memiliki variasi konten yang dapat menjawab berbagai pertanyaan berbeda, mulai dari yang terkait awareness, pembelian, hingga hal-hal teknis.

Sebagai contoh, Anda bisa membuat blog di dalam website untuk menjawab pertanyaan umum seputar produk dan industri bisnis. Namun, bagi konsumen yang sudah tertarik melakukan pembelian, konten berupa testimonial dan case study akan terasa lebih relevan.

Cantumkan Konten-konten Esensial

Pada umumnya, orang-orang menggunakan internet untuk melakukan riset demi mendapatkan informasi. Oleh sebab itu, manfaatkan website Anda untuk menyajikan konten yang mampu mengedukasi pengunjung tentang perusahaan dan produk Anda. Karenanya, Anda wajib memasukkan beberapa konten penting dan mendasar pada website Anda, yaitu blog, informasi produk, testimonial, case study, galeri produk atau portfolio, about page, tim di balik perusahaan, FAQ, dan konten premium seperti ebook yang bisa didapatkan pengunjung website apabila mereka melakukan subscribe.

Gunakan Bahasa yang Tepat

Mengenali target audiens tak hanya dapat membantu Anda dalam menentukan tema konten, tetapi juga mampu menentukan bahasa yang tepat untuk digunakan. Penting bagi Anda untuk menyesuaikan bahasa konten dengan target audiens. Anggaplah Anda menjual software akuntansi. Kemungkinan besar audiens Anda terbagi dalam dua kelompok, yakni audiens yang masih termasuk awam dalam dunia akuntansi dan audiens yang sudah lebih mahir.

Pada konten yang ditargetkan untuk audiens awam, jangan gunakan istilah-istilah akuntansi berbau teknis yang pasti akan susah mereka mengerti. Di sisi lain, Anda juga tetap harus menulis konten secara lebih teknis saat menarget audiens yang lebih mahir. Dengan begitu, mereka akan tahu bahwa Anda memang ahli dalam bidang ini.

Susun Jadwal untuk Posting Konten

Sebagai tambahan, jangan lupa menyusun jadwal strategis untuk memastikan bahwa semua target dapat tercapai. Tentukan tujuan mana yang ingin Anda capai terlebih dulu, apakah meningkatkan awareness audiens terhadap produk, mengesahkan kedudukan Anda sebagai ahli di bidang tertentu, atau lainnya. Hal ini juga dapat membantu Anda menentukan tipe atau topik konten untuk di-post pada website, seberapa sering Anda akan melakukan posting, dan kapan Anda harus melakukannya.

 

Semoga kelima langkah di atas dapat membantu Anda untuk menyiapkan konten website. Agar hasilnya lebih maksimal, jangan lupa melakukan analisis performa dari website. Gunakan data analitik untuk mencari tahu konten mana yang mendapat respon paling baik dan mana yang performanya kurang. Anda bisa menggunakan data tersebut untuk menyusun konten selanjutnya.

 

Photo Credit: Pexels