4 Tips Menemukan dan Mendapatkan Nama Domain untuk Website

Pemilihan nama domain membutuhkan proses yang mirip dengan pemilihan nama bisnis. Keduanya membutuhkan pemikiran dan pertimbangan yang matang. Pasalnya, nama domain website Anda akan menjadi identitas bisnis Anda di ranah digital. Karenanya, Anda dianjurkan untuk memilih nama domain website yang tak hanya sesuai dengan bisnis, tetapi juga mudah untuk ditemukan dan dipromosikan. Bagaimana caranya?

Mulailah dengan Nama yang Paling Ideal

Sebagai langkah awal, Anda bisa mulai mencari dengan nama yang paling ideal terlebih dulu meskipun nama tersebut sudah terlalu umum digunakan. Misalnya, Anda memiliki bisnis sepatu untuk wanita. Anda bisa mulai mencari nama seperti “sepatuwanita.com” atau “jualsepatuwanita.com”. Bahkan jika nama-nama tersebut tidak tersedia atau sudah digunakan oleh orang lain, hal ini bisa menjadi titik awal Anda untuk mencari alternatif nama yang tak kalah bagus.

Tulislah sederet alternatif nama domain untuk website Anda. Lalu cek satu per satu ketersediaannya menggunakan tools yang tersedia di internet. Anda juga bisa melakukan riset untuk melakukan brainstorming pemilihan nama domain yang tepat untuk website bisnis Anda.

Pastikan Mudah Diketik

Anda pasti sudah tahu bahwa seperti nama bisnis, nama domain website juga sebaiknya harus singkat, padat, jelas, unik, mudah dieja, dan relevan dengan informasi atau produk yang disajikan pada website. Namun, ada satu kriteria lagi yang sebaiknya juga Anda pertimbangkan, yakni kemudahan dalam mengetiknya. Jangan menggunakan kata-kata berbau slang. Misalnya, Anda lebih memilih menggunakan kata “u” daripada “you” atau “xpress” daripada “express”. Hal tersebut hanya akan membuat target audiens Anda lebih susah menemukan website Anda.

Hindari Angka dan Tanda Penghubung

Apakah Anda terpikir untuk menggunakan angka atau tanda penghubung pada nama domain website bisnis Anda? Sebaiknya urungkan pikiran tersebut karena penggunaan angka dan tanda penghubung sering kali menimbulkan kesalahpahaman pada audiens. Saat mendengar nama website Anda disebut, orang-orang tak akan tahu apakah Anda menggunakan angka (misalnya 7) atau justru disebutkan sebagai “tujuh”.

Di sisi lain, tanda penghubung juga bisa menyulitkan orang untuk mengetikkan nama domain website karena mereka bisa saja salah menempatkan tanda penghubung atau justru lupa mengetikkannya.

Kenali Top-Level Domain

Top-level domain (TLD) adalah bagian dari URL yang terletak di belakang nama domain. Beberapa contohnya adalah .com, .net, dan .org. Biasanya, saat mencari nama domain untuk website bisnis, mayoritas orang akan memilih .com. Namun, jika Anda tak berhasil menemukan nama domain .com yang tersedia untuk Anda, Anda masih bisa menggunakan TLD lain yang tak kalah kredibel, seperti .net, .info, atau .biz. Meski begitu, tetap jadikan .com sebagai opsi utama karena semakin Anda menjauhinya, website Anda akan semakin susah diingat. Pastikan nama domain Anda tak memiliki kesamaan dengan website lain agar tak menimbulkan kebingungan.

Jika sudah menemukan nama domain yang dirasa tepat, segera lakukan register secepatnya. Jangan sampai Anda keduluan oleh pebisnis lain dan akhirnya berujung pada penyesalan. Selamat mencoba!

Photo Credit: EstudioWebDoce (Pixabay)